Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo
Oleh ANDRIAS GOBAI, S.Sos., MA
GORONTALO — Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah turut ambil bagian dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Provinsi Gorontalo. Ajang pertemuan akbar petani dan nelayan se-Indonesia ini dipusatkan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026.
Rombongan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas, Bapak Mulyanto, S.Hut., M.Si. Kehadiran delegasi Papua Tengah menjadi wujud komitmen daerah untuk terus belajar, membuka jejaring kerja sama, dan mengadopsi inovasi guna memajukan sektor perkebunan dan peternakan di wilayah pegunungan tengah Papua.
Mengenal PENAS Petani Nelayan
PENAS Petani Nelayan merupakan forum nasional tiga tahunan yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh penjuru Tanah Air. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, melakukan alih pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat kemitraan lintas daerah.
Pada penyelenggaraan ke-XVII ini, peserta dari berbagai provinsi berkumpul untuk mengikuti beragam rangkaian kegiatan, antara lain temu wicara, gelar dan demonstrasi teknologi tepat guna, pameran serta bursa agribisnis, hingga kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Arti Penting bagi Papua Tengah
Sebagai provinsi yang tergolong daerah otonom baru, keikutsertaan Papua Tengah dalam PENAS XVII memiliki nilai strategis. Melalui forum ini, jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan dapat menyerap praktik-praktik terbaik (best practice) dari daerah lain, mengenali teknologi yang sesuai kebutuhan, serta menjajaki peluang kerja sama yang dapat diterapkan sesuai karakteristik wilayah.
Sektor perkebunan dan peternakan menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat Papua Tengah — mulai dari komoditas kopi di wilayah pegunungan hingga pengembangan peternakan rakyat. Pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari PENAS diharapkan dapat memperkuat program pendampingan petani dan peternak hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Harapan
Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan berharap partisipasi dalam PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan, teknologi, dan kemitraan. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung pembangunan sektor perkebunan dan peternakan yang berkelanjutan serta menyejahterakan masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.
Dengan semangat kebersamaan yang diusung PENAS, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah optimistis kontribusi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat akan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang.