Kegiatan · Jumat, 06 November 2026

Festival Kopi Papua Tengah 2026 Pertemukan Petani Kopi dengan Pasar

Oleh ANDRIAS GOBAI, S.Sos., MA

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menggelar Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Nabire pada Kamis–Jumat, 29–30 Oktober 2026. Festival bertema "Dari Kebun Kopi, Secangkir dari Petani Kopi untuk Papua Tengah" ini menjadi ajang promosi hasil kebun petani sekaligus produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi daerah.

Petani kopi dari delapan kabupaten di Papua Tengah hadir memamerkan hasil panennya. Selain pameran, festival juga diisi lomba barista serta pemberian penghargaan kepada petani dengan kebun kopi terluas.

Mempertemukan Kebun dan Cangkir

Ketua Panitia Festival, Andrias Gobai, yang juga Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Papua Tengah, menjelaskan bahwa festival dirancang untuk mempertemukan petani sebagai penghasil kopi secara langsung dengan kedai kopi, barista, dan konsumen. Dengan bertemu langsung, petani diharapkan memahami mutu yang dicari pasar, sementara pembeli mengenal asal kopi yang mereka nikmati.

Papua Tengah memiliki dua kekuatan kopi. Kopi arabika tumbuh di wilayah pegunungan seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya, sedangkan kopi robusta dikembangkan di dataran rendah, antara lain Nabire dan Mimika.

Kopi Jadi Program Prioritas

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, menegaskan bahwa pengembangan kopi merupakan program prioritas pemerintah provinsi pada 2026, dengan cita-cita menjadikan Papua Tengah salah satu penghasil kopi terbesar di Tanah Papua. Menurutnya, keberhasilan itu bergantung pada perbaikan penanganan pascapanen dan terbukanya akses pasar, sehingga dibutuhkan kerja bersama antara provinsi, kabupaten, penyuluh, dan pelaku usaha.

Gubernur juga mengingatkan bahwa membangun kopi adalah pekerjaan jangka panjang yang tidak bisa dipikul petani sendirian. Karena itu pemerintah membangun jejaring antarpelaku usaha kopi agar petani dapat saling berbagi informasi, lebih siap menghadapi naik-turunnya harga, dan tidak mudah ditekan tengkulak.

Sebagai dukungan nyata, pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat merencanakan penyaluran 1,25 juta bibit kopi ke delapan kabupaten, dan telah menyiapkan anggaran sektor kopi untuk tahun 2027.

300 Petani Ikuti Pembinaan

Seiring festival, Disbunnak menyiapkan program pembinaan bagi 300 petani kopi dari enam kabupaten, yakni Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, dan Nabire, masing-masing 50 petani. Materinya meliputi cara menanam, merawat tanaman, hingga memilih biji kopi yang bermutu.

Dalam program ini pemerintah provinsi berperan sebagai fasilitator, sedangkan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) memberikan pendampingan teknis berdasarkan nota kesepahaman. Andrias Gobai menyebut nama kopi Papua sudah dikenal luas, tetapi mutunya masih perlu ditingkatkan, sehingga pembinaan ini diarahkan agar manfaatnya cepat dirasakan langsung oleh petani.

Sumber: diolah dari pemberitaan Antara/Koran Jakarta dan Journal Arta, 30 Oktober 2026.

Berita Terkait